Cara Agar Tetap Termotivasi


Inti dari motivasi terletak pada cara Anda membingkai tujuan Anda, terutama saat menghadapi kesulitan. Penelitian menunjukkan ada perbedaan besar antara Tujuan Penguasaan (Mastery Goals) dan Tujuan Kinerja (Performance Goals).

1. Tujuan Penguasaan vs. Tujuan Kinerja

  • Tujuan Penguasaan (Mastery Goal): Bertujuan untuk belajar, meningkatkan, dan menguasai suatu keterampilan.

    • Contoh: Belajar untuk memahami materi dan berkembang, bukan hanya untuk nilai. Berlatih lari untuk meningkatkan waktu pribadi Anda.

    • Hasil: Orang dengan tujuan ini tetap termotivasi dan tidak mudah putus asa saat menghadapi rintangan atau tantangan. Mereka memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan percaya bahwa mereka bisa menjadi lebih baik.

  • Tujuan Kinerja (Performance Goal): Bertujuan untuk menunjukkan keahlian (misalnya, mendapat skor tinggi atau terlihat berbakat) atau untuk mengalahkan orang lain.

    • Contoh: Berusaha mendapatkan nilai A untuk membuktikan kecerdasan Anda. Bekerja keras untuk mendapatkan promosi atau gaji yang lebih tinggi.

    • Hasil: Ketika menghadapi kesulitan atau rintangan, orang dengan tujuan ini cenderung kehilangan motivasi dan menjadi kecil hati. Keberhasilan mereka seringkali bergantung pada faktor eksternal (di luar kendali mereka).

2. Kapan Menggunakan yang Mana

Gunakan Tujuan Kinerja untuk Tugas Mekanis Jangka Pendek:

Tujuan kinerja, terutama yang didorong oleh hadiah (reward), bekerja sangat baik untuk tugas-tugas yang dapat diselesaikan dengan kerja keras atau usaha fisik (brute force) dan tidak memerlukan banyak kecerdikan atau upaya mental.

  • Contoh: Menyortir daftar panjang bug/email, menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga yang membosankan.

  • Trik: Buat aturan "jika-maka" (misalnya, Jika saya menyelesaikan semua pekerjaan ini, maka saya akan memberi hadiah pada diri sendiri). Insentif kinerja ini dapat membantu Anda menyelesaikannya lebih cepat.

Gunakan Tujuan Penguasaan untuk Tujuan Jangka Panjang:

Untuk tujuan jangka panjang yang memerlukan ketekunan dan upaya mental, Anda akan jauh lebih termotivasi jika berfokus pada penguasaan keterampilan.

  • Contoh:

    • Alih-alih fokus pada promosi, fokuslah untuk meningkatkan keterampilan teknik Anda dan kemampuan menciptakan dampak yang berarti.

    • Alih-alih berlatih untuk menang, berlatihlah untuk menjadi pemain atau atlet yang lebih baik.

    • Alih-alih bergabung dengan startup untuk menjadi kaya, bergabunglah karena Anda bersemangat dengan masalah yang ingin dipecahkan dan bersemangat untuk belajar dari perjalanannya.

Dengan berfokus pada pembelajaran dan peningkatan diri (Tujuan Penguasaan), bukan pada hasil akhir yang bergantung pada faktor eksternal (Tujuan Kinerja), Anda akan jauh lebih mungkin untuk mengatasi rintangan dan mempertahankan motivasi dalam jangka panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Fakta Unik dan Menarik yang Mungkin Anda tidak Ketahui